September 21, 2016

3 Teori Kepribadian Manusia, Apakah itu? Baca Di sini

      

     
Psikologi

Dalam ilmu psikologi kita mempelajari banyak hal terutama tentang kepribadian kita sendiri, maka dari itu ilmu psikologi menyajikan 3 teori tentang kepribadian manusia. Apakah itu? simak di bawah ini. 

Teori Psikoanalisa
    Dalam teori psikoanalisa manusia sebagai makhluk yang digerakkan oleh keinginan-keinginan terpendam ( Homo Volens). Di mana manusia itu mempunyai naluri untuk membuat kesenangan dengan adanya kepribadian manusia yang terbentuk dari hasil interaksi dengan lingkungannya. Semua perilaku manusia baik yang nampak maupun yang tersembunyi adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa kita akses dan ada yang sulit kita bawa ke alam tidak sadar.

     Di alam tidak sadar inilah tinggal dua struktur mental yang ibarat gunung es dari kepribadian kita, yaitu kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal, dimana sistem kerjanya dengan prinsip kesenangan kemudian kepribadian yang bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar untuk menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam dan berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya. Misalnya pada masa kanak-kanak kira dikendalikan sepenuhnya oleh kesenangan. Anak-anak akan mencari pengganti jika tidak menemukan yang dapat memuaskan kebutuhannya (bayi akan mengisap jempolnya jika tidak mendapat dot misalnya) atau contoh lain mencari pengganti pemuas keinginan (menendang tong sampah karena merasa jengkel akibat dimarahi bos di kantor misalnya).

2    Teori Kognitif
     Konsep manuisa dalam teori kognitif. Manusia dipandang sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya, manusia yang selalu berpikir (Homo Sapiens). Teori kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Teori ini mengatakan bahwa belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, melainkan tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Teori kognitif juga menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks.

3.   Teori Behaviorisme
    Behavioristik di pengaruhi oleh stimulus-respon. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus-respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Penguatan tersebut terbagi atas penguatan positif dan penguatan negatif. Penguatan positif sebagai stimulus, dapat meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah laku itu. Sedangkan penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang. Contoh situasi percobaan tersebut pada manusia adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu tanpa disadari menyebabkan proses penandaan sesuatu terhadap bunyi-bunyian yang berbeda dari pedagang makan, bel masuk, dan antri di bank. Dari contoh tersebut dapat di ambil kesimpulan ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. Sementara individu tidak sadar dikendalikan oleh stimulus dari luar.


EmoticonEmoticon