Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Peran Public Relations Untuk Membangun Identitas Perusahaan

ilmu komunikasi
Foto: Pexels.com

Istilah identitas perusahaan ( corporate identity) jangan dibingunkan dengan istilah citra perusahaan (corporate image). Citra perusahaan adalah kesan yang dimiliki suatu organisasi secara total dan berasal dari perilaku dan reputasi. Hal ini didukung dengan pengenalan bentuk-bentuk visual, seperti bentuk logo atau color scheme (pola/susunan warna). 

Sedangkan identitas perusahaan (corporate identity)  adalah suatu bentuk visual dan ekspresi graphis dari image dan identitas suatu perusahaan. Sebagai bentuk visual, corporate identity menampilkan simbol yang mencerminkan image yang hendak disampaikan. Sebagai suatu ekspresi grafis, sebuah identitas perusahaan dapat diciptakan dan mempengaruhi nasib dari perusahaan. Russell Abratt (1989) melalui karyanya yang berjudul “A New Aproach to the Corporate Image Management Process” yang dimuat dalam Journal of Marketing Management (Vol. 5/ 1: 63-76). Disini Russell Abratt memberi gambaran yang meliputi konsep “corporate personality” yang diambil dari buku Corporate Identity karya Wally Olins (1978).

Definisi Identitas

Menurut Bernstein (1986, dalam Riel & Fombrun, 2007), kata identity berasal dari bahasa Latin “idem” yang berarti sama. Secara eksplisit, kata “idem” berhubungan dengan istilah Latin “identidem” yang berarti berulang-ulang mirip atau sama di setiap waktu.

Pengertian ini kemudian juga dianut oleh Cees van Riel (1995: 36), yang menyebut ‘corporate identity’ sebagai ‘penampilan diri’ (selfpresentation) perusahaan, yang meliputi tanda-tanda fisik (cues) yang ditunjukkan organisasi melalui perilaku, komunikasi, dan simbolisme. 

Berbeda dengan pengertian populer umumnya, ia membedakan konsep ‘corporate identity’ dengan ‘corporate image’. Membandingkan wajah keduanya dalam ‘corporate identity/ corporate image interface’ dapat dianggap sebagai peristiwa ‘the moment of truth’ bagi organisasi. Corporate identity suatu perusahaan/organisasi harus cukup jelas karena menjadi tolok ukur dan referensi untuk produk/jasa yang dihasilkannya, sikap dan perilakunya serta langkah-langkahnya.

Corporate identity ini juga harus dikomunikasikan baik kepada seluruh publik internal mapun seluruh publik eksternal dari perusahaan/organisasi. Semua yg dikomunikasikan ke dalam dan ke luar perusahaan/organisasi haruslah penegasan dari identitasnya yang meliputi produk/jasa yang dihasilkannya, bangunannya, bahan komunikasinya serta bagaimana perusahaan/ organisasi berperilaku kepada karyawannya maupun publik lain yang mempunyai hubungan dengan perusahaan/organisasi. Sebuah perusahaan yang baik harus dapat menyampaikan image sesuai dengan identitasnya.

Dalam suatu perusahaan, image adalah kesan yang diberikan oleh perusahaan itu kepada publik melalui produk-produknya, kegiatan-kegiatannya, dan usaha-usaha pemasarannya. Karena itu dibutuhkan sebuah identitas yang kuat sebagai patokan untuk menciptakan image atau kesan yang ingin disampaikan. Sebaliknya, image merupakan cerminan dari suatu perusahaan.

Elemen

Menurut Frank Jefkins (1988), LIVERY (warna & simbol) merupakan salah satu cara paling efektif dalam menetapkan corporate identity. Untuk perusahaan/organisasi harus bisa menentukan format/ desain corporate identity-nya dengan baik (Corporate Identity Scheme). Corporate Identity Scheme suatu perusahaan/organisasi didasarkan pada empat hal berikut:

1. Nama organisasi atau perusahaan

2. Bentuk atau tipe  logo

3. Tipografi atau tipe huruf yang digunakan

4. Jenis warna

Bentuk logo secara khusus mewakili nama perusahaan atau menjadi tanda atau simbol perusahaan. Identitas perusahaan juga dikaitkan dengan karakter perdagangan. Sejumlah perusahaan mengandalkan identitas perusahaan sebagai merek dagang yang ampuh kendati hal ini banyak digunakan untuk tujuan periklanan sebagai bentuk memopulerkan identitas perusahaan, juga melalui slogan periklanan yang bersifat emosional. Identitas perusahaan juga dikaitkan dengan pengemasan produk (Jefkins, 1988: 159-160-161).

Fungsi

Selain berfungsi sebagai identitas perusahaan, corporate identity juga mempunyai fungsi-fungsi lain, antara lain :

Sebagai alat yang menyatukan strategi perusahaan.

Pertanyaan pertama yang muncul dalam pembuatan corporate identity adalah bagaimana suatu perusahaan ingin dilihat oleh publik. Pertanyaan ini secara tidak langsung membuat personil-personil perusahaan tersebut berpikir dan mengevaluasi sistem operasional mereka selama ini. Dari sini dapat ditemukan kelemahan atau kesalahan yang selama ini dilakukan, sehingga tercipta tujuan perusahaan yang lebih baik dan mantap.

Sebagai pemacu sistem operasional suatu perusahaan

Sebuah corporate identity yang baik harus sejalan dengan rencana perusahaan, bagaimana perusahaan itu sekarang dan bagaimana di masa yang akan datang. Selain itu corporate identity juga harus dapat dengan tepat mencerminkan image perusahaan melalui produk dan jasanya

Sebagai pendiri jaringan network yang baik

Sebuah perusahaan yang berimage positif, stabil, dapat dipercaya dan diandalkan akan menarik perhatian para investor untuk menanamkan modal dalam perusahaan tersebut. Jenis perusahaan yang seperti ini juga yang mendapat banyak keringanan saat ia membutuhkan tambahan modal dari bank. Produk – produk dari perusahaan ini juga mungkin menjadi produk yang paling laku dan digemari di pasar

Sebagai alat jual dan promosi

Perusahaan dengan image yang positif berpeluang besar untuk mengembangkan sayapnya dan memperkenalkan produk atau jasa baru. Konsumen yang telah lama memakai produk dari perusahaan tersebut akan dengan setia terus memakai produk itu. Mereka akan lebih menerima karena telah membuktikan sendiri bahwa produk itu benar – benar cocok untuk mereka.

Jenis

Menurut jenisnya, identitas perusahaan terbagi dalam beberapa jenis (Balmer,1997

dan Balmer & Wilson, 1998, 2002 dalam Riel & Fombrun, 2007).

  1. Perceived identity atau identitas yang dirasakan, merupakan sekumpulan atribut yang dipandang sebagai kekhasan untuk kelanjutan, sentralitas, dan keunikan perusahaan di mata anggota-anggotanya.
  2. Projected identity atau identitas yang diproyeksikan, merupakan presentasi diri dari atribut yang diwujudkan secara implisit dan eksplisit yang disebarkan kepada audiens sasaran baik internal maupun eksternal lewat komunikasi dan simbol.
  3. Desired identity atau identitas yang diinginkan, merupakan gambaran ideal perkembangan perusahaan yang diinginkan manajer puncak di bawah kepemimpinannya.
  4. Applied identity atau identitas terapan, merupakan tanda-tanda yang disebarkan perusahaan secara sadar maupun tidak sadar melalui perilaku dan usaha-usaha di seluruh tingkatan perusahaan.

Post a Comment for "Peran Public Relations Untuk Membangun Identitas Perusahaan"