Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Definisi, Jenis-Jenis, dan Proses Pembentukan Citra

ilmu komunikasi
Foto: pexels.com

Citra adalah perasaan, gambaran diri public terhadap perusahaan, organisasi atau lembaga; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu objek, orang atau organisasi. Citra dengan sengaja diciptakan agar bernilai positif. Citra itu sendiri merupakan salah satu asset terpenting dari suatu perusahaan atau organisasi. Istilah lain citra adalah favourable opinion ( opini public yang menguntungkan).

1. Definisi Citra

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian citra adalah: (1) kata benda. Gambar, rupa, gambaran; (2) gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk; (3) kesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkan  oleh sebuah kata, frase atau puisi.

Citra adalah a picture of mind, yaitu gambaran yang ada dibenak seseorang (Holt, Rinehart. And Windston. 1996). Berikut beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli.

  1. Huddleston (dalam Buhari Alma, 2008:5) Citra adalah serangkaian kepercayaan yang dihubungkan dengan sebuah gambaran yang dimiliki atau diperoleh melalui pengalaman.
  2. Bill Canton (S. Soemirat dan Adrianto, 2007: 111) Citra adalah kesan, perasaan dan gambaran dari publik terhadap perusahaan
  3. Richard F. Gerson (dalam Buchari Alma, 2008: 54) Citra adalah tentang bagaimana kosumen, calon konsumen dan pesain melihat anda.
  4. Phillip Kotler (2009: 299) Citra adalah seperangkat keyakinan, ide dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu objek
  5. Frank Jefkins (Soemirat dan Adrianto, 2007: 114) Citra adalah kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetauan dan pengalamannya.

2. Jenis-jenis Citra

Menurut Frank Jefkins (Nova, 2011: 229-300), terdapat 6 jenis citra, yaitu:

Citra bayangan (Mirror Image)

Citra ini biasanya melekat kepada pemimpin oraganisasi yang terkait pandangan orang lain. Pemimpin tersebut selalu merasa semua orang mempunyai pandangan yang positif terhadap organisasi. Biasanya, perasaan pemimpin tersebut tidak tepat karena hampir serupa dengan fantasi.

Citra yang berlaku (Current Image)

Citra yang berlaku merupakan merupakan kesan baik milik orang lain tentang organisasi dan hal lain berkaitan dengan produk.

Citra yang Diharapkan (Wish Image)

Citra yang diharapkan adalah citra yang diinginkan manajemen atau organisasi

Citra Perusahaan (Corporite Image)

Berkaitan dengan sosok perusahaan untuk menciptakan citra positif, lebih dikenal serta diterma public

Citra Majemuk (Multiple Image)

Citra ini merupakan pelengkap dari citra perusahaan, misalnya bagaimana pihak PR, misalnya mengenalkan identitas perusahaan.

Citra Penampilan (performance image)

Citra penampilan ini lebih ditujukan kepada subjeknya, bagaimana kinerja atau penampilan diri para profesional.

3. Proses Pembentukan Citra

Berikut diagram proses pembentukan citra menurut John Nimpoeno (dalam Ardianto dan Machfudz, 2011: 107-108)



Keterangan:

  • Stimulus: rangsangan yang mengaktifkan bagian-bagian tubuh. Untuk organisasi, stimulus            pembentuk citra berkaitan dengan informasi yang berasal dari luar yang menggambarkan suatu proses pebentukan citra.
  • Persepsi: hasil pengamatan terhadap unsur lingkungan dikaitkan dengan suatu pemahaman. 
  • Kognisi : aspek pengetahuan yang berhubungan dengankepercayaan, ide dan konsep.
  • Motivasi: kecenderungan yang menetap untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk sedapat mungkin menjadi kondisi kepuasan maksimal bagi individu pada setiap saat.
  • Sikap: hasil evaluasi negatif atau positif terhadap konsekuendsi-konsekuensi penggunaan suatu objek .
  • Perilaku: respons individu terhadap rangssangan yang berasal dari dalam dirinya sendiri maupun dari lingkungan.
  • Respons: perilaku berupa aktivitas seseorang yang berupa tindakan sebagai aksi terhadap rangsangan dan stimulus.

4. Manfaat Citra Perusahaan

Menurut Siswanto Sutojomengemukakan, citra perusahaan yang baik dan kuat mempunyai manfaat sebagai berikut:

Daya saing jangka menengah dan panjang yang mantap 

Dimana citra perusahaan yang baik dan kuat akan menjadi identitas atau kepribadian perusahaan yang tidak mudah ditir perusahaan lain sekaligus melindungi perusahaan dari pesaing.

Menjadi perisai selama masa krisis 

Perusahan yang memiliki citra yang baik dan kuat akan lebih mudah didapatkan dukungan serta maaf dari masyarakat atas kesalahannya.

Menjadi daya Tarik eksekutif andal

Sebuah perusahaan dengan citra yang baik dan kuat akan mampu menarik, memotivasi dan menahan eksekutif andal yang merupakan asset penting penggerak roda perusahaan.

Meningkatkan efektivitas strategi pemasaran 

Dengan citra yang sudah terbentuk dengan baik, dalam menerjunkan produk baru di pasar maka kegiatan melakukan strategi pemasaran tidak akan sebesar saat belum adanya citra.

Penghematan biaya operasional

Sebuah perusahaan dengan citra yang baik dan kuat akan membutuhkan biaya untuk mempromosikan produk lebih sedikit atau lebih hemat dibandingkan yang dilakukan oleh perusahaan yang belum memiliki citra bahkan belum dikenal konsumen (Sutojo, 2004;3).

Menurut Siswanto Sutojo (2004:42). Ada tiga jenis citra yang dapat ditonjolkan perusahaan yaitu:

  1. Citra eksekutif, yaitu citra yang dapat ditonjolkan pada perusahaan-perusahaan besar. yang dimaksud dengan eksekutif adalah kemampuan menyajikan berbagai macam manfaat terbaik pada konsumen dan pelanggan.
  2. Citra inovatif, yaitu citra yang menonjol karena perusahaan tersebut pandai menyajikan produk baru yang model dan desainnya tidak sama dengan produk sejenis yang beredar di pasaran.
  3. Citra murah meriah, yaiut citra yang ditonjolkan oleh perusahaan yang mampu menyajikan produk dengan mutu yang baik, tapi harganya murah.

Post a Comment for "Definisi, Jenis-Jenis, dan Proses Pembentukan Citra"