January 23, 2017

Review Tentang Perilaku Manusia

Review

Review Tentang Perilaku Manusia - Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan arti yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa perilaku manusia adalah semua pengertian perilaku dapat dibatasi sebagai keadaan jiwa untuk berpendapat, berfikir, bersikap, dan lain sebagainya yang merupakan refleksi dari berbagai macam aspek, baik fisik maupun non fisik. Perilaku juga diartikan sebagai suatu reaksi psikis seseorang terhadap lingkungannya, reaksi yang dimaksud digolongkan menjadi dua, yakni bentuk pasif (tanpa tindakan nyata atau konkrit),dan  dalam bentuk aktif (dengan tindakan konkrit). Menurut Skinner, seperti yang dikutip oleh Notoatmodjo (2003), merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut teori “S-O-R” atau Stimulus – Organisme – Respon.

Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua (Notoatmodjo, 2003) : (1) Perilaku tertutup (convert behavior ) adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup (convert ). Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada  perhatian, persepsi, pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang terjadi pada orang yang menerima stimulus tersebut, dan belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain. (2) Perilaku terbuka (overt behavior) adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Respon terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau  praktek, yang dengan mudah dapat diamati atau dilihat oleh orang lain. Menurut Skinner ( 1976: 17) di buku psikologi sosial dibedakan menjadi 2 yaitu: (1) Perilaku yang alami (innate behavior) yaitu perilaku yang dibawa sejak organisme dilahirkan yang berupa refleks-refleks dan insting-insting. (2) Perilaku operan (operant behavior) yaitu perilaku yang dibentuk melalui proses belajar. Dalam berperilaku, manusia memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan makhluk lainnya,yaitu: kepekaan sosial, kelangsungan perilaku, orientasi pada tugas, dan tiap manusia unik.

Adapun proses pembentukan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri, faktor-faktor tersebut antara lain : (1) persepsi (2) motivasi (3) Emosi dan (4) belajar. Kemudia ada beberapa bentuk-bentuk dari perubahan perilaku individu yaitu : perubahan alamiah ( natural change ), perubahan terencana ( planned change ) dan kesediaan untuk berubah ( readdiness to change )

Jadi,dapat disimpulkan bahwa ada beberapa tahap dalam proses perubahan perilaku individu yaitu: (1) Tekanan dan desakan. (2) Intervensi dan reorientasi. (3) Penemuan dan komitmen pada penyelesaian. (4) Percobaan dan pencarian hasil-hasil. (5) Penguatan dan penerimaan. Perilaku manusia sebagian besar ialah perilaku yang dibentuk dan yang dipelajari. Maka dari itu, cara membentuk perilaku sesuai dengan yang diharapkan adalah (1) cara membentuk perilaku sesuai dengan kebiasaan atau kondisioning (2) pembentukan perilaku dengan pengertian (insting) dan (3) pembentukan perilaku dengan menggunakan model. Telah dipaparkan di depan bahwa perilaku manusia tidak dapat lepas dari adanya individu itu sendiri dan lingkungn dimana individu itu berperilaku manusia didorong oleh motif tertentu sehingga manusia itu berperilaku.

Dalam hal ini ada beberapa teori, diantara teori-teori tersebut dapat dikemukakan antara lain: (1) Teori insting teori ini dikemukakan oleh Mc. Dougal sebagai pelopor dari psikologi sosial yang menerbitkan buku psikologi sosial pertama kali. Menurutnya, perilaku itu disebakan oleh insting. Mc. Dougal mengajukan suatu daftar insting, insting merupakan suatu innate, perilaku bawaan dan insting akan mengalami perubahan karena pengalaman. (2) Teori dorongan (drive theory) teori ini bertitik tolak pada pandangan bahwa organisme itu mempunyai dorongan-dorongan. (3) Teori insentif teori ini bertitik tolak pada pendapat bahwa perilaku organisme itu disebabkan karena adanya insentif-insentif. Dengan insentif akan mendorong organisme  berbuat atau berperilaku. (4) Teori atribusi teori ini menjelaskan tentang sebab-sebab prilaku seseorang. (5) Teori kognitif yaitu apabila seseorang harus memilih perilaku mana yang harus dilakukan, maka yang bersangkutan akan memilih alternative karena akan membawa manfaat yang sebesar-besarnya.


EmoticonEmoticon