March 4, 2015

Kematian Otak dan Diagnosis Bandingannya


Kesehatan
Pada beberapa pasien, kerusakan otak yang ireversibel dapat terjadi dengan destruksi permanen fungsi batang otak dan berakibat kematian pasien, namun fungsi kardiovaskur dapat tetap stabil dan respirasi dipertahankan dengan bantuan ventilator. Dalam keadaan ini, digunakan criteria formal mati batang otak untuk menentukan apakah bantuan kardiorespirasi harus dihentikan. Hal ini telah menjadi isu etis dan praktik yang penting, terutama dengan adanya pembedahan tranplantasi.
Situasi etis yang lebih sulit muncul jika pasien masih memiliki fungsi batang otak namun telah terjadi kerusakan otak yang luas dan berat. Pada keadaan seperti ini, yaitu keadaan vegetatif, individu menjadi tidak sadar terhadap diri dan lingkungan sekitarnya, namu masih mampu bernapas spontan, dengan sirkulasi yang stabil dan siklus mata membuka dan menutup yang menyerupai tidur dan bangun. Keadaan seperti ini dapat bersifat permanen.
Keadaan lain yang juga menimbulkan stress bagi keluarga dan juga bagi pasien, adalah keadaan sebaliknya di mana fungsi system aktivitasi reticular masih baik tetapi terjadi kerusakan batang otak yang luas. Pasien sadar, namun paralisis, hanya mampu berkomunikasi dengan cara mengedip dan gerakan mata vertical (locked-in syndrome)

Gangguan kesadaran sementara
Pasien dengan episode perubahan kesadaran sementara merupakan masalah diagnostic yang umum terjadi di praktik rawat jalan neurologi. Diagnose banding utama adalah epilepsy dan sinkop.
Sinkop adalah hilangnya kesadaran yang disebabkan oleh penurunan sementara aliran darah ke otak yang dapat disebabkan oleh banyak hal:
  1. Aritmia jantung
  2. Berdiri lama, terutama di lingkungan yang panas,
  3. Faktor psikogenik, misalnya pingsan pada individu yang takut terpapar jarum atau prosedur medis lainnya,
  4. Penyebab lain stimulasi vagal yang berlebihan, misalnya sinkop mikturisi, sinkop batuk.
Umumnya, pasien mengalami tanda-tanda peringatan awal sebelum ia kehilangan kesadaran dan jatuh, seperti kepala terasa melayang, mual, penglihatan kabur atau menyempit, pucat, dan berkeringat. Jika pasien telah berbaring dengan kepala dan jantung berada pada ketinggian yang sama, maka perbaikan cepat terjadi, umumnya 1-2 menit atau kurang, sehingga mencegah aritmia jantung yang menetap. Jika jatuh tidak terjadi , hipoksia otak dapat memanjang dan dapat terjadi kejang.

Diagnosis banding lain yang penting selain sinkop dan epilepsy adalah:
  1. Hipoglikemia. Gejala ‘peringatan’ awal adalah kecemasan, tremor, tidak stabil. Berkeringat, dan kelaparan. Hilangnya kesadaran dapat lama (1 jam atau lebih) dan dapat terjadi kejang.
  2. Serangan jantung (drop attack). Pada wanita usia lanjut dan usia prtengahan, dapat terjadi jatuh tanpa gejala awal sebelumnya dan tanpa hilangnya kesadaran yang pasti. Walaupun umunya tidak ada ancaman yang jelas dapat terjadi luka-luka karena tidak adanya gejala peringatan.
  3. Serangan psikogenik. Serangan in terjadi baik dalam situasi penuh tekanan atau perilaku mencari perhatian. Serangan ini dapat disertai dengan hiperventilasi dan rasa kesemutan pada ekstremitas, dan kadang dapat terjadi lagi dengan hiperventilasi volunteer.

8 comments

Otak memang harus kita jaga baik-baik ya gan ? Kalau bermasalah dikit saja kan bisa berbahaya.

klo otak ngeres gimana gan? :D
hehe

kesimpulannya adalah kalian harus menjaga otak kalian dan gak boleh bekerja dalam satu hari karena otak kalian akan terasa capek dan butuh istirahat

harus jaga baik-baik otak kita agar tidak terkena kanker atau tumor


EmoticonEmoticon