July 2, 2017

Detik - detik Menuju Kampung Inggris #Part2


Ini adalah lanjutan cerita yang seblumnya yaitu detik-detik menuju kampung Inggris part 1 . Baiklah langsung di baca dibawah ini.

Alhamdulillah saya sampai dengan selamat bersama orangtua, dan tidak terjadi apa-apa selama dalam perjalanan, tetapi sempat terjadi kemacetan di sepanjang perjalanan di dekat Bandara Sultan Hasanuddin lebih tepatnya di jalan Poros Makassar-Maros. Disinilah tempatnya yang sering terjadi kemacetan karena begitu banyak kendaraan-kendaraan yang lewat, ada yang ingin masuk kota, keluar kota, bahkan masuk bandara, dan jalanannya masih sempit waktu itu. Dan sampai di kota Makassar sekitar pukul 22.00 WITA. Sebenarnya saya harus sampai pukul 19.00 WITA karena hanya memerlukan waktu selama 5 jam, tetapi kita tahu bahwa kota Makassar sangat luas dibandingkan kota saya yang sangat kecil, dan sering terjadi macet. Oleh karena itu tidak salahnya kalau waktu yang ditempuh lewat 5 jam. Saya tetap bersyukur karena masih berikan keselamatan oleh  Allah SWT karena sampai dengan selamat dan masih sehat-sehat.

Setelah sampai di Makassar, saya langsung menuju ke kamar mandi untuk cuci muka serta berwudhu, kemudian saya menuju ke kamar untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat islam yang diperintahkan oleh Allah SWT yaitu sholat. Sholat saya maksud disini sholat isya, bukan lagi sholat magrib karena selama diperjalanan saya sudah sholat magrib di masjid, kebetulan saat itu sopirnya singga di masjid dan beberapa turun dan pergi ke masjid untuk sholat dan saya bersama orangtua juga ikut turun.

Setelah sholat, saya keluar kamar dan bertem dengan sepupu dan kemudian berbincang-bincang bersama sepupu saya mengenai tadi perjalanan dari kota Sengkang  menuju kota Makssar, dan kebetulan juga rumah yang saya tempati untuk menginap adalah rumah sepupu saya. Saking asyiknya ngobrol sampai-sampai lupa waktu dan tidak terasa sudah pukul 00.00 WITA, dan besok juga adalah hari keberangkatan menuju kampung Inggris, dan ternyata pukul pesawat untuk berangkat ke kota Surabaya sebelum menuju ke kampung Inggris adalah sekitar pukul 06.00 WITA pagi. oleh karena itu saya langsung berhenti ngobrol dan langsung pergi ke Kamar untuk istirahat.

Ke esokan harinya, tepat pada hari jumat 15 Agustus 2014. Inilah saatnya berangkat ke Bandara Sultan Hasanuddin, terletak di jalan poros Makassa-Maros, dan Bandara ini satu-satunya yang ada di Sulawesi Selatan. Sebelum saya berangkat ke tempat tersebut, saya pergi ke kamar mandi membersihkan badan dengan sabun mandi, sikat gigi, dan pake shampoo. Setelah itu saya kembali lagi ke kamar untuk memakai pakaian serta merapikan tempat tidur. Semuanya sudah siap dan barang-barang sudah lengkap dan kemudian langsung menuju ke lokasi yaitu Bandara Sultan Hasanuddin, berangkat sekitar pukul 05.00 WITA dan tidak terlalu jauh dari rumah sehingga tidak memakan waktu yang cukup lama hanya beberapa menit saja. Sampai disana, saya tidak tau apa-apa pada saat sampai disana karen ini pertama kali saya pergi ke Bandara dan saya tidak tahu bagaiaman di dalam bendara tersebut. Tapi untungnya ada sepupu yang ikut pergi ke kampung inggris dan ternyata sepupu saya sudah berpengalaman mengenai hal-hal apa saja dilakukan ketika sampai di Bandara. Sebelumnya itu, saya pergi sholat subuh, dan kebetulan ada ruang untu sholat dan letaknya berada dibawah bersama orangtua dan sepupu saya.

Setelah sholat saya langsung pergi dan masuk ke Bandara, pada saat masuk saya tidak mau kemana, saya mengikuti terus sepupu saya dari belakang, sambil mengikutinya saya juga melihat sekiiling di dalam bandara, dan ternyata di dalam bandara begitu banyak fasilitas yang disediakan serta masih banyak lagi hal-hal yang menarik yang belum pernah sama sekali saya lihat seperti sistem keamanannya sangat ketat, cara proses penyimpanan koper, dan check tiket dimana nanti duduk pada saat di dalam pesawat, karena di dalam pesawat disetiap tempat duduknya terdapat kode, kode tersebut akan tempati sesuai yang ada ditiket pesawat tersebut. Setelah semuanya sudah diurus, maka saya langsung menuju ke ruang menunggu, disana akan ada panggilan berangkat sesuai waktu yang ditentukan yang tercatat ditiket tersebut. Sebelumnya itu menuju keruang menunggu, saya pamit dulu bersama orangtua dan mencium tangganya serta berpelukan, lalu berangkat ke lokasi tersebut.

Nah, cerita ini cukup sampai disini dulu, dan masih ada lanjutan di episode selanjutnya, eh kaya anime saja pake episode heheh. Biarlah yang menyenangkan untuk dibaca. Tunggu cerita selanjutnya, okey. Makasih.

Seorang blogger personal yang suka berbagi informasi menarik dan masih belajar dalam hal menulis artikel yang bermanfaat serta berkualitas. Menekuni blogging sejak tahun 2014


EmoticonEmoticon