March 7, 2015

Gejala Neurologis yang Positif dan Negatif

Artikel kali adala gejala neurologis yang positif dan negatif, dan saya akan menjelasakan gelaja tersebut di dalam artikel. Baiklah langsung saja kita bahas, simak di bawah beriku ini.
Perbedaan yang dapat diperjelas dengan gejala neurologis yang positif dan negatif.
Gejala negatif atau hilangnya fungsi tertentu menandakan suatu lesi destruktif pada system saraf. Jadi suatu kejadian vascular pada salah satu hemisfer serebri umumnya akan menyebabkan hilangnya fungsi tertentu, misalnya paralisis sisi tubuh kontralateral.
Sebaliknya gejala positif adalah gejala yang mengarah pada lesi iritatif, yaitu area aktivitas listrik abnormal pada system saraf. Lesi iritatif pada salah satu hemisfer serebri dapat mengakibatkan gerakan involunter yang repetitive (klonik) pada kelompok otot sisi tubuh yang berlawanan,dan bukannya mengakibatkan paralisis.
Riwayat penyakit lainnya
Dalam neurologi, seperti juga cabang ilmu kedokteran lainnya, informasi yang berharga, terutama mengenal diagnosis patologis, bisa didapatkan dengan menanyakan langsung mengenai:

1.    Riwayat penyakit dahulu
2.    Riwayat keluarga
3.    Riwayat social
4.    Riwayat pengobatan.

Pertimbangkan lagi pasien yang datang dengan kehilangan sensasi berbentuk kaus kaki dan sarung tangan yan disebabkan polineuropati sensorik:
Riwayat penyakit dahulu: riwayat diabetes mellitus akan sangat relevan, hal ini merupakan  penyebab tersering polineuropati sensorik.
Riwayat keluarga: beberapa penyebab polineuropati sensorik diturunkan dalam keluarga.
Riwayat social: konsumsi alcohol berlebihan dapat menyebabkan polineuropati sensorik yang sering disertai oleh defisiensi vitamin.
Riwayat pengobatan: banyak obat dapat menyebabkan polineuropati sensorik.

Alloanamnesis dengan saksi
Banyak pasien neurologi yang tidak mampu menjawab atau mengemukakan gejala-gejala dengan lengkap, sehingga informasi harus ditanyakan dari anggota keluarga atau saksi lainnya.
Keterangan dari saksi sangat penting terutama pada pasien yang mengalami perubahan sementara dalam tingkat kesadaran. Secara alamiah, keadaan ini membuat pasien tidak dapat mengingat detil-detil penyakit yang terjadi. Pada keadaan akut pasien yang tidak sadar di rumah sakit karena kecelakaan, riwayat kejadian sangat penting ditanyakan dari orang yang bersama dengan pasien.
Pada pasien dengan gangguan kognitif yang progresif alloanamnesis dengan keluarga lainnya. Bahkan, bukti-bukti yang menguatkan dari gejala yang dikemukakan oleh anggota keluarga dekat akan sangat membantu diagnosis. Pasien yang mengeluhkan gangguan memori dan intelektual yang tidak diperhatikan oleh keluarga atau kolega tempat kerjanya mungkin mengalami akibat dari kecemasan dan depresi dan bukan demensia ’organik’ yaitu demensia yang berhubungan dengan perubahan makroskopik atau mikrosopik pada struktut otak.
Itulah tadi penjelasan tentang gejala neurologi yang positif dan negative, dan demikianlah artikel ini mudah-mudahan bermanfaat, saya ucapkan terimah kasih.

Seorang blogger personal yang suka berbagi informasi menarik dan masih belajar dalam hal menulis artikel yang bermanfaat serta berkualitas. Menekuni blogging sejak tahun 2014


EmoticonEmoticon