March 3, 2015

Gangguan Tidur Pada Siang Hari


kesehatan
Tidur adalah keadaan normal dari perubahan kesadaran, yang tergantung pada ritme intrinsic system aktivasi reticular (siklus tidur bangun). Berlawanan dengan keadaan tidak sadar patologis, seseorang yang tidur dapat dengan mudah dibangunkan. Beberapa gangguan ditandai oleh tidur pada siang hari yang berlebih, seperti berikut ini.

Narkolepsi

Keadaan ini jarang terjadi dan memiliki empat gambaran klinis berikut:
  1. Serangan tidur pada siang hari (narkolepsi). Biasanya berlangsung selama 10-20 menit, di mana pasien akan bangun dan segar kembali. Serangan ini sangat tidak dapat ditahan dan dapat terjadi pada keadaan yang tidak tepat, misalnya saat percakapan, makan, menyetir, dan lain-lain
  2. Katapleksi ; Episode hilangnya control postural dan kelemahan esktremitas dengan kesadaran yang masih baik, seringkali disebabkan oleh kejadian emosional, misalnya tertawa.
  3. Paralisis tidur; Ketidakmampuan untuk bergerak saat tertidur atau bangun tidur
  4. Halusinasi hipnagogik; Halusinasi visiual yang menakutkan saat jatuh tertidur.
Penyebab gangguan ini masih belum dimengerti dengan baik, walau mungkin terdapat dasar genetic dan berhubungan dengan komplesk HLA ( histokompatibilitas mayor). Narkolepsi dapat diterapi dengan amfetamin, akan tetapi karena obat ini bersifat adiktif, maka harus diberikan secara hati-hati dengan diagnosis yang benar. Obat alternatif yang baru adalah modafinil. Klomipramin mengurangi katapleksi tetapi tidak mempengaruhi serangan narkolepsi.

Apnea obstruktif saat tidur (obstructive sleep apnoea)

Penyebab keadaan somnolen pada siang hari yang seringkali tidak terdiagnosis pada pasien dengan obstruksi  jalan napas atas parsial, di mana penyempitan jalan napas lebih lanjut atau kolapsnya jalan napas saat tidur mengakibatkan episode serangan apnea nocturnal. Pasien-pasien ini umumnya memiliki tdur malam yang terganggu dengan merokok yang keras. Saat bangun mereka tidak merasa segar dan mengantuk sepanjang hari, akan tetapi tidur pada siang hari tidak juga menyegarkan. Tidak terdapat gambaran kompleks narkolepsi. Mungkin terdapat riwayat penyakit THT dan kadang berhubungan dengan obesitas dan konsumsi alcohol yang berlebihan. Diagnosis dapat ditegakkan dengan merekam obstruksi jalan napas atas dan episode apnea menggunakan oksimeter pulse sepanjang malam di rumah, atau di laboratorium tidur untuk pemeriksaan yang mendetail. Studi tidur yang detail mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan sindrom yang lebih jarang yaitu central sleep apnoea, di mana episode apnea terjadi tanpa usaha respirasi yang berkesinambungan. Pasien dengan apnea obstruktif saat tidur dapat diterapi dengan baik menggunakan suatu alat di rumah untuk mempertahankan tekanan jalan napas positif kontinu (nasal CPAP; continuous positive airways pressure) pada malam hari sehingga mencegah kolapsnya jaringan lunak yang dapat mengobstruksi jalan napas atas saat tidur. Beberapa pasien mungkin membutuhkan tindakan bedah untuk menyingkirkan kelebihan jaringan lunak pada jalan napas atas, misalnya polip nasal, deviasi septum nasal, hipertrofi tonsil.

Demikianlah artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian yang membacanya terutama bagi saya sendiri dan saya ucapkan terimah kasih.

Seorang blogger personal yang suka berbagi informasi menarik dan masih belajar dalam hal menulis artikel yang bermanfaat serta berkualitas. Menekuni blogging sejak tahun 2014


EmoticonEmoticon